Minggu, 01 Januari 2017

Reduksi Peran Institusi Pendidikan Universitas Udayana Fakultas Sastra dan Budaya Program Studi Sastra Inggris sebagai Perpanjangan Tangan Kaum Kapitalis

Studi tur menjadi polemik di antara pihak universitas, mahasiswa, dan wali mahasiswa. Berbagai anggapan muncul menuding studi tur sudah tidak menonjolkan sisi pembelajaran daripada sisi rekreasi. Mahasiswa bahkan diwajibkan untuk mengikuti studi tur dengan alasan sebagai syarat pembuatan skripsi.

21 Oktober 2015, Universitas Udayana menjadi headline dari surat kabar Tribun Bali terkait masalah mahasiswa program studi Sastra Inggris tingkat akhir yang gagal melaksanakan studi tur ke Singapura dikarenakan dana studi tur yang telah di bayarkan ke travel agent Bali Chresna Cahaya Tour (BCCT) dibawa lari.

Meski banyak pihak yang menempatkan BCCT sebagai pihak yang harus disalahkan karena melarikan uang dan melakukan pembatalan secara sepihak namun penelitian ini akan lebih menyoroti kebijakan Universitas Udayana, khususnya Fakultas Sastra dan Budaya Program Studi Sastra Inggris terkait kebijakannya mengenai studi tur yakni untuk membongkar apakah kebijakan tersebut memang benar-benar sesuai dengan ideologi pendidikan atau justru lebih condong ke ideologi kapitalisme.

Detailnya lihat di link berikut:
https://www.academia.edu/23447758/Reduksi_Peran_Institusi_Pendidikan_Universitas_Udayana_Fakultas_Sastra_dan_Budaya_Program_Studi_Sastra_Inggris_sebagai_Perpanjangan_Tangan_Kaum_Kapitalis

Anda punya penelitian yang belum dipublikasikan? Buruan sebelum penelitiannya didahului oleh orang lain, sebab pemikiran seseorang lebih sering memiliki ide yang sama, tetapi yang menang adalah yang pertama kali memublikasikannya, segera gabung di: https://www.facebook.com/groups/StudiKulturalIndonesia/ 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar